Ketika ku berkata, selesai maka selesailah karena dirimu pun sama menyetujui apa yang aku inginkan tanpa memikirkan yang telah-telah lalu. Namun semua ini adalah dinamika hidup ketika semua ini tidak muncul kepermukaan berarti kita tidak dapat mengetahui kisah yang ini.
Kali ini perasaan ku gunda gulana hancur lebur ketika orang yang amat berharga kulepas begitu saja hanya karena emosi sesaat yang tidak jelas sama sekali kenapa mesti berujung ke kata seperti itu. Namun Kali ini kondisi saya berbeda, ketika saya dalam keadaan sesakit-sakitnya orang yang kuharapkan dapat menemaniku & mendampingiku sama sekali tidak datang, hingga saat ini tak memberikan respon secara nyata padahal ku butuh itu.
Emosi, Benci & Harga diri menjadi faktor semua ini, budaya ku pun ikut ambil bagian didalam permasalahan ku kali ini karena hanya permasalahan kata yang amat kubenci hingga aku memberi stimulan kepada diri saya pribadi untuk membesar-besarkannya. Saat ini yang ada hanya rasa sakit yang ia rasakan karena pola pikir yang sempit dan penuh dengan emosi.
Dia wanita yang amat baik, tak pernah ada mati rasa sedikitpun sayangnya mesti di runrung permasalahan kepada diriku oleh diriku dan begitupun sebaliknya, namun kali ini hanya Tuhan dan dia yang tau bagaimana perasaan dia saat ini. Ku banyak belajar dari dirinya, dari diriku pribadi dan orang-orang disekitar kami. Dia tetap menjadi pilihan pertama dan sampai kapanpun dia termasuk didalam kisah terbaikku disepanjang hayatku. (GORGEOUS 070509)
Recent Coments